Mengenal Pohon Lontar: Ciri, Habitat, dan Manfaatnya

Anda pasti sering mendengar nama pohon Lontar, tapi belum tentu tahu bentuknya apalagi asal usulnya. Padahal, tanaman ini cukup banyak tumbuh di Indonesia. 

Pohon yang memiliki ciri khas daun lebar berbentuk kipas ini, juga menyimpan segudang manfaat. Mulai dari khasiat buahnya hingga kerajinan yang bernilai ekonomi. 

Lebih dari sekedar pohon, nilai yang didapatkan dari pohon dengan batang tinggi mirip kelapa ini sangatlah tinggi. Seperti apakah ciri pohon, asal dan manfaatnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini. 

Dari Mana Asal Buah Lontar?

Sering disebut juga sebagai siwalan, buah lontar berasal dari pohon sejenis palem dengan nama Borassus flabellifer. 

Tanamannya sendiri tumbuh liar di dataran yang cukup kering yaitu 500 meter dari atas permukan laut. 

Asalnya adalah dari India dan Srilanka yang kemudian menyebar ke berbagai negara, seperti Asia Tenggara hingga Arab Saudi. 

Negara Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia dan tentunya Indonesia tidak terlewatkan. Di Indonesia sendiri, tanaman lontar sudah ada sejak zaman kejayaan raja-raja Hindu.

Sampai sekarang, tanamannya tersebar di daerah Jawa Timur, seperti Gresik, Tuban dan Lamongan. Wilayah Jawa Tengah seperti Brebes, Pekalongan dan Semarang. 

Tanamannya juga banyak tumbuh Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan. 

Selain spesies Borassus flabellifer, di Indonesia ada juga spesies asli tanaman lontar yaitu Borassus sundaicus yang memiliki permukaan daun lebih halus. 

Sebutan tanaman lontar pun berbeda-beda untuk setiap masyarakat di Indonesia. Misalnya, masyarakat Ambon menyebutnya dengan lonthoir, sedangkan masyarakat Sumba menyebutnya jun tal

Ragam Manfaat Pohon Lontar

Tanaman lontar juga terkenal sebagai ‘pohon seribu manfaat’, manfaatnya yang begitu beragam, mulai dari untuk dikonsumsi hingga bahan baku konstruksi. 

Setiap olahan dari tanamannya juga memiliki nilai ekonomis yang membantu perekonomian masyarakat. Seperti apa ragam manfaatnya, simak berikut ini:

1. Buahnya yang Manis Memenuhi Kebutuhan Pangan 

Daging buah lontar memiliki rasa manis dan tekstur yang lembut, meskipun kulitnya keras. Dengan rasanya tersebut, buah ini sangat disukai oleh semua kalangan. 

Dengan cita rasanya yang enak dan segar, buah lontar menjadi salah satu sumber pangan alami bagi masyarakat yang tinggal di daerah tropis. 

Banyak yang mengolahnya menjadi minuman, puding bahkan keripik kemudian menjualnya sebagai sumber penghasilan. 

2. Airnya yang Manis Menjadi Pelepas Dahaga 

Buah lontar juga menghasilkan air di dalamnya yang memiliki rasa manis alami dan segar, mampu menghilangkan dahaga ketika haus. 

Kandungan air sangat tinggi pada buah lontar yang masih muda, dengan ciri khas warna bening yang bisa jadi sumber energi. 

Selain itu, kandungan elektrolit dalam nira cukup tinggi, sehingga bisa mengatasi haus dan memulihkan energi. Tidak heran, banyak masyarakat Indonesia Timur yang menjadikannya minuman sehari-hari. 

3. Daunnya Bisa Menjadi Pembungkus Makanan 

Manfaat lainnya adalah dari daun lontar yang biasa digunakan sebagai pembungkus makanan. Selain itu, makanan yang dibungkus dari daunnya memiliki aroma yang khas. 

Pemanfaatan daunnya sebagai pembungkus ini bersifat ramah lingkungan, tidak seperti plastik atau styrofoam. 

Sebagai pembungkus, daunnya tahan panas, tidak menimbulkan racun dan juga kuat. Daunnya yang tebal juga tidak mudah rusak ketika digunakan. 

4. Air Nira Lontar Bisa Diolah Menjadi Gula Bercita Rasa Khas

Bunga tanaman lontar juga mampu menghasilkan nira, yaitu cairan dengan rasa manis yang kerap diolah menjadi gula. 

Gula dari air nira memiliki warna coklat mirip dengan gula jawa, hanya saja rasanya sedikit berbeda karena lebih ke karamel yang sangat khas. 

Gula nira bisa digunakan sebagai pengganti gula pasir dengan rasa yang tak kalah manisnya. Justru aman dan juga menambahkan rasa unik. 

Proses pembuatannya pun cukup mudah, cairan nira yang telah dipanen akan direbus dan disaring, kemudian dikentalkan baru dicetak menjadi gula. 

5. Air Nira untuk Meningkatkan Kesehatan Tubuh 

Meskipun belum diolah menjadi gula, air nira juga bisa dikonsumsi secara langsung. Manfaatnya sangat besar bagi kesehatan tubuh karena kaya akan kandungan yang baik. 

Sering mengonsumsinya bisa meningkatkan imun tubuh. Ditambah lagi, rasa manisnya bisa menggantikan konsumsi gula yang berlebih. 

Kandungannya tinggi akan antioksidan yang bagus untuk menangkal radikal bebas. Rutin mengonsumsinya juga membantu Anda untuk memelihara kesehatan jantung dan tulang. 

6. Buah Lontar Menjaga Kesehatan Kulit hingga Pencernaan

Manfaat bagi kesehatan juga akan Anda peroleh dari daging buahnya yang bagus untuk menjaga kesehatan kulit. 

Itu karena kandungan vitamin C dan antioksidannya yang tinggi mampu membuat kulit menjadi lebih lembab dan sehat. 

Tidak hanya itu, jika Anda sering mengalami masalah sembelit, daging buahnya akan melancarkan saluran pencernaan Anda. 

Sebagai camilan sehat, buah lontar akan menjaga pencernaan Anda sepanjang hari. 

7. Bermanfaat dalam Pengobatan Tradisional 

Dalam dunia pengobatan tradisional, bagian-bagian tanaman lontar juga kerap menjadi obat alternatif, baik penyakit luar dan dalam. 

Contohnya, untuk mengatasi masalah kulit seperti gatal atau kulit kering bisa menggunakannya buahnya. 

Sedangkan rebusan akar mudanya bisa menjadi obat pernapasan, obat cacing dan melancarkan air seni. Kulit batang lontar yang direbus dengan garam juga bisa mengatasi sakit gigi. 

8. Daun Lontar menjadi Kerajinan Tangan 

Ukuran daun lontar yang lebar dan tebal tidak hanya bagus sebagai pembungkus makanan, tapi juga sering dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan. 

Seperti daun lontar menjadi kipas, alat musik tradisional bagi masyarakat Pulau Rote. Daun lontar juga kerap diolah menjadi anyaman dengan produk akhir keranjang atau tas. 

Pemakaian daun lontar sebagai tambahan atap rumah tradisional juga tidak hanya melindungi, tetapi bagus untuk menciptakan nuansa yang sejuk. 

Kerajinan daun lontar berupa tas, keranjang, alat musik tradisional, memiliki nilai ekonomi yang sangat membantu masyarakat di Indonesia. 

9. Batang Lontar sebagai Konstruksi Rumah Tradisional 

Kekuatan batang lontar sangatlah tinggi, sehingga seringkali digunakan dalam pembuatan konstruksi rumah tradisional. Mulai dari tiang penyangga yang stabil sampai dengan pembuatan dinding rumah dari papan kayunya. 

Karena terbuat dari bahan kayu alami, rumah yang menggunakan batang lintar terkenal ramah lingkungan. 

Apalagi dengan tampilannya yang alami, membuat rumah terlihat semakin estetik khas rumah tropis yang menyatu dengan alam. 

10. Pohonnya dapat Melindungi dan Menjaga Tanah 

Tanaman lontar mampu tumbuh di area tanah yang kering dengan akar serabutnya. Akarnya sangat berperan besar untuk menahan erosi tanah sehingga mengamankan masyarakat yang tinggal di area lereng. 

Tidak hanya itu, lontar juga menjadi tanaman yang punya kontribusi besar terhadap perlindungan dan menjaga kesuburan tanah. 

Akar serabutnya mampu menyimpan air tanah dengan sangat baik sehingga menjadikan area di sekitarnya sebagai lahan subur. 

Tidak heran, banyak yang memanfaatkan lahan di sekitar tanaman lontar sebagai area bertani atau berkebun yang sangat subur. 

11. Nira menjadi Sumber Energi Alternatif 

Satu hal yang menarik dari tanaman lontar adalah nira yang dihasilkan. Selain menjadi bahan baku utama minuman dan gula, nira bisa berfungsi sebagai sumber energi alternatif. 

Nira kini bisa dikonversi menjadi bioethaneol, yaitu sumber energi terbarukan untuk manusia. Etanol sendiri bisa menjadi campuran bahan bakar mesin bensin maupun industri farmasi. 

Dengan manfaatnya ini, menambah satu lagi manfaat dari tanaman lontar yang bernilai ekonomis sangat tinggi. 

Mengenal Ciri Ciri Pohon Lontar

Sangat mudah untuk mengenali tanaman lontar, karena bentuknya yang tinggi menjulang dan batang lurus seperti kelapa. 

Daunnya yang lebar dan mirip seperti kipas telah menjadi ciri khas tersendiri yang membuatnya semakin unik. Berikut ini ciri lengkap dari tanaman lontar yang bisa Anda kenali:

1. Bentuk Daun

Dari bentuk daunnya, tanaman lontar memiliki daun yang lebar mirip seperti kipas dengan panjang bisa sampai 2 meter per lembarnya. 

Bentuk daun yang lebar inilah, membuat tanaman terlihat lebih megah dan hanya ada pada bagian ujung pohon saja seperti mengumpul. 

Setiap helai daunnya memiliki bentuk seperti menyirip dan cukup tajam, mirip seperti tanaman palma. 

Permukaan daunnya memiliki tekstur yang berbeda, tergantung dari jenis tanaman. Pada tipe borassus flabellifer, permukaan daunnya lebih bersisik dibandingkan Borassus sundaicus yang cenderung halus. 

Setiap satu tangkai daun membutuhkan waktu 1 bulan untuk bisa tumbuh besar, dan setiap lembarnya ditopang tulang daun dengan panjang 40 cm hingga 80 cm. 

Jadi bisa dibayangkan betapa besarnya setiap lembar daun lontar yang tumbuh.  

2. Tinggi Pohon 

Sebagai tanaman berbiji tunggal, pohonnya bisa tumbuh sampai dengan 25 meter lebih ketika memasuki usia dewasa. Setiap batang pohon bisa memiliki diameter 40 hingga 50 cm. 

Setiap pohon juga hanya memiliki satu jenis kelamin, yaitu jantan atau betina. Biasanya tanaman jantan bisa berbunga tapi tidak berbuah. 

Sedangkan tanaman lontar betina yang akan menghasilkan buah, tetapi tidak akan menghasilkan nira. Oleh karena itu, para penyadap nira biasanya akan mencari pohon yang jantan. 

Warna kayunya jauh lebih gelap dibandingkan dengan kayu kelapa dan memiliki akar serabut yang panjang serta besar. Ketika batang kayunya tua, teksturnya justru lebih halus dan juga berlekuk. 

3. Bunga dan Buah 

Pada usia 12 tahun, lontar akan mengeluarkan bunga yang bisa sampai 20 tahunan. Bunganya akan tumbuh pada bagian ketiak daun dan menempel menghasilkan 4 sampai 15 bulir berbentuk bulat. 

Sedangkan bunga betinanya akan menghasilkan 4 hingga 10 mayang dengan ukuran lebih kecil dan nantinya akan menjadi buah. 

Buah lontar dapat diproduksi mencapai 6 hingga 12 tandan atau sebanyak 200-an buah per tahunnya. Buahnya berbentuk bulat dengan diameter 10 hingga 15 cm. 

Saat masih muda, buah lontar akan memiliki warna hijau dan berubah menjadi coklat ungu ketika sudah tua. 

Dalam satu buah lontar bisa memiliki 3 biji buah dengan tempurung tebal dan keras layaknya buah kelapa. 

Buahnya juga menghasilkan air yang bermanfaat mengatasi dehidrasi. Kandungan buahnya kaya akan vitamin A dan C. 

Dengan segudang manfaat, sebutan pohon lontar sebagai ‘pohon seribu manfaat’ memang sangat layak. 

Dari akar hingga daunnya, setiap bagian bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, dari pangan hingga sumber energi. 

Keberadaan tanaman lontar bukan sekedar menjadi penopang hidup masyarakat di sekitarnya, tapi juga warisan alam yang patut dijaga dan diberdayakan.

F.A.Q

Pohonnya akan berbuah sekitar 20 tahun. 

Harganya mulai Rp5.000 untuk bibit kecil hingga Rp130.000-an, tergantung ukuran dan kualitasnya.

Tidak ada kandungan alkohol.

6 replies
  1. betappcassino
    betappcassino says:

    Yo, check it out! I’ve been messing around on betappcassino and it’s kind of growing on me. The mobile app is smooth, which is a major plus. Plus, the bonuses are decent. If you’re always on the go, this might be a good option. betappcassino

    Reply
  2. zt9398net
    zt9398net says:

    Landed on zt9398net by chance, and ended up sticking around. The site has a nice variety of options, and I appreciate that they keep adding new content. Might be your next go to platform, give zt9398net a try!

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *