pohon jenitri

Fakta Menarik Tentang Pohon Jenitri yang Perlu Kamu Tahu

Pohon jenitri mungkin belum terlalu akrab di telinga banyak orang. Tapi siapa sangka, pohon jenitri dan manfaatnya ternyata begitu luar biasa. 

Tumbuh subur di daerah tropis, buahnya memiliki biji yang keras terkenal dengan nama rudraksha atau jenitri. Hingga saat ini, bijinya sering digunakan untuk berbagai tradisi spiritual. 

Tidak hanya menarik dari segi tampilannya, biji jenitri juga punya alur berbeda dan memiliki khasiat tersendiri. Fakta uniknya menjadikan tanaman ini lebih dari sekedar tanaman biasa. 

Seperti apa fakta menarik yang perlu diketahui dari tanaman ini? Simak informasi selengkapnya dalam artikel ini. 

Apa Itu Pohon Jenitri?

Pohon jenitri adalah salah satu jenis pohon tropis yang paling banyak ditemukan di Indonesia. 

Terkenal karena ciri khasnya yaitu biji buah yang sangat keras dengan bentuk memiliki alur pada kulitnya. 

Nama ilmiah dari pohon ini adalah Elaeocarpus ganitrus yang biasanya tumbuh pada daerah beriklim hangat seperti Indonesia maupun India. 

Di India, buah dari pohon jenitri paling banyak digunakan dan juga tumbuh subur. Banyak orang India percaya, bahwa pohon ini bisa tumbuh dari tetesan air mata Dewa Siwa. 

Bahkan, masyarakat India juga percaya bahwa pohon ini bisa menciptakan energi positif, seperti ketenangan batin dan juga berbagai manfaat kesehatan. 

Ciri Ciri Pohon Jenitri yang Perlu Diketahui 

Pertumbuhan pohon jenitri cukup cepat dan mampu menjulang tinggi, bahkan bisa sampai 30 meter lebih. Oleh karena itu, tanaman ini kerap digunakan sebagai pohon perindang. 

Meskipun tinggi dan berdaun lebat, ada beberapa ciri pohon jenitri yang membedakannya dengan pohon perindang lainnya, yaitu:

1. Daun Jenitri 

Pohonnya memiliki jenis daun tunggal dengan bentuk lonjong dan tumbuh menyebar dan bergerombol di ranting. Ciri khasnya adalah bagian tepi daun memiliki bentuk sirip dan juga daun cenderung pendek. 

Daunnya bisa memiliki panjang 8 sampai 20cm dan pinggiran daunnya bergerigi seperti sirip tapi tidak terlalu dalam. 

Lebar daun jenitri bisa berukuran 3 sampai 6cm menyesuaikan dengan usia pohon. Setiap daunnya juga memiliki bintik hitam yang khas. 

Tulang daun bisa berjumlah 10 hingga 15 di kedua belah sisi, dengan pangkal daun yang cukup tajam. 

2. Batang Pohon Jenitri 

Pohonnya cocok sebagai tanaman perindang, karena batangnya yang cukup tinggi ketika sudah berusia dewasa yaitu sekitar 10 tahun lebih. 

Pertumbuhan setiap tahunnya bisa mulai dari 1 meter dan akan terus meningkat dua kali lipat saat berada di usia 6 tahun. 

Bentuk batangnya tegak dan juga memiliki warna coklat dengan tekstur sangat kasar. Diameter batang untuk usia dewasa mulai dari 30 hingga 40cm. 

Pohon ini memiliki bentuk percabangan simpodial, sehingga sulit membedakan batang pokok dan cabangnya. 

3. Bunga Jenitri 

Dari segi bunga, bentuknya bercabang dengan jumlah majemuk malai. Kelopak bunga biasanya memiliki warna hijau pucat dan seringkali kemerahan dan berambut. 

Kelopak daun jenitri memiliki bentuk bulat telur dan meruncing dengan tangkai bunga panjang sekitar 0,5cm. 

Bagian mahkota bunga memiliki warna kuning, tapi pada varietas tertentu bisa berwarna putih kehijauan. 

Mahkota bunga mengarah ke atas dan tidak lebar, bahkan mirip seperti lonceng. Panjang bunga cukup pendek yaitu 1,3cm saja dengan rambut yang kasar. 

buah pohon jenitri

4. Buah dan Biji Jenitri 

Ciri khas utama pohon jenitri terdapat pada bagian buahnya yang berbentuk bulat dengan warna biru ketika masih muda.

Saat mencapai usia tua, buah jenitri akan berwarna keunguan dengan daging yang cukup lezat mirip dengan rasa anggur. Ukuran buahnya cukup kecil yaitu diameter hingga 2cm. 

Biji buahnya memiliki warna coklat kehitaman dengan bentuk bulat dan permukaan yang berulir. Pada bagian tepi biji memiliki lelukan yang mirip dengan ukiran. 

Yang menarik adalah tekstur biji sangat keras dan bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Itu sebabnya, banyak yang mengolah biji ini menjadi kerajinan seperti aksesoris. 

Manfaat Pohon Jenitri untuk Kerajinan hingga Kesehatan 

Bukan hanya bermanfaat sebagai peneduh, pohon jenitri memiliki berbagai macam manfaat yang menguntungkan manusia. 

Baik itu dari kulit batang, daun, sampai dengan biji buahnya bermanfaat dalam pembuatan kerajinan sampai dengan kesehatan. Untuk tahu lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut:

Manfaat sebagai Bahan Baku Kerajinan 

Batang pohon jenitri menjadi salah satu jenis kayu yang sering diolah menjadi alat musik, baik itu piano atau gitar. 

Kualitas kayunya cukup baik dan kuat, tapi belum bisa digunakan sebagai konstruksi bangunan. Berbagai jenis furnitur juga bisa dibuat dari kayu jenitri. 

Karena jumlahnya yang sangat banyak, kayu jenitri bisa didapatkan dengan harga yang cukup murah. 

Selain kerajinan alat musik dari batang kayu, biji dari buah jenitri juga bisa digunakan untuk pembuatan kerajinan tangan seperti aksesoris fashion. 

Bijinya bisa diolah menjadi gelang hingga kalung etnik yang unik. Bahkan, karena bijinya yang sangat kuat sering juga dimanfaatkan menjadi tasbih. 

Penggunaan biji jenitri pun cukup menarik di India, karena kerap menjadi salah satu bahan sesaji dalam proses upacara pembakaran mayat. 

Manfaat pada Kesehatan 

Baik itu biji, daun dan juga buah pohon jenitri memiliki sederet manfaat bagi kesehatan. Itu karena ada banyak kandungan yang menguntungkan di dalamnya. 

Seperti pada buahnya yang kaya akan zat antioksidan hingga flavonoid, protein hingga alkaloid. Berikut ini seperti apa manfaat dan penggunaannya bagi kesehatan:

1. Mengontrol Tekanan Darah 

Pada pengobatan tradisional, biji jenitri sering digunakan untuk mengontrol tekanan darah. Caranya adalah dengan mengekstrak biji jenitri dan mengonsumsinya. 

Ekstrak biji jenitri ini dipercaya bisa mengatasi aktivitas hipertensi bagi siapa saja dengan mengonsumsinya secara berkala. 

2. Menjadi Obat Antidiabetes 

Selain hipertensi, ekstrak biji janitri juga setara dengan obat anti diabetes seperti glibenclamide. Ini berkat adanya 16 senyawa aktif di dalam ekstrak yang disinyalir bermanfaat untuk obat anti diabetes. 

3. Meningkatkan Konsentrasi dan Ketenangan 

Buah janitri yang dilumatkan juga bekerja baik sebagai obat analgesik. Ada konsentrasi analgesik yang cukup tinggi dari buah dan juga daunnya. 

Dengan mengonsumsi ekstrak buahnya maka mampu meredakan rasa nyeri. 

Bahkan pada anggota tubuh yang terluka, melumatkan daunnya dan menempelkan pada luka terbuka bisa membantu menghilangkan rasa sakit. 

4. Dipercaya Menjadi Obat Liver 

Baik itu ekstrak daunnya, kulit batang hingga buah jenitri dipercaya mampu berperan sebagai obat liver. 

Hal ini yang sering dilakukan oleh masyarakat India dan menjadikannya sebagai obat tradisional. 

Masyarakat India percaya, pola garis yang ada di cangkang biji jenitri memiliki pengobatan dan terapi yang berbeda. 

5. Mengatasi Stres 

Jika memperhatikan dari segi mitologi, tanaman jenitri khususnya bijinya bisa menyeimbangkan sistem tubuh dan melancarkan peredaran darah. 

Itu karena adanya gelombang elektromagnetik yang dihasilkan dapat mempengaruhi konsentrasi serta daya kerja otak. 

Inilah yang membuat stres bisa teratasi dengan lebih baik, ketika menggenggam biji jenitri atau mengenakan kalung dan gelang yang terbuat dari bahan sama. 

Dari keunikan bentuk bijinya sampai dengan beragam khasiat yang ditawarkan, pohon jenitri dan manfaatnya menjadi bukti alam Indonesia menyimpan banyak potensi. 

Baik dari simbol spiritual, kerajinan sampai dengan sumber pengobatan alternatif, jenitri terus menarik banyak perhatian bahkan dari berbagai belahan dunia. 

Tidak heran jika permintaannya terus meningkat dan menjadikannya komoditas ekspor yang menjanjikan di masa depan.

F.A.Q

Kayunya banyak dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan seperti alat musik hingga furniture. 

Harganya mulai dari Rp10.000, tergantung dengan usia dan kondisi. 

Khasiatnya bagus untuk mengatasi stres, meningkatkan fokus, obat anti diabetes, hipertensi hingga liver. 

7 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *