pohon depan rumah

Jenis Tanaman Hias Depan Rumah yang Bikin Adem dan Instagramable

Siapa bilang rumah yang adem hanya bergantung pada interior? Tanaman hias depan rumah juga bisa menyejukkan dalam rumah. 

Bukan hanya itu, dengan memilih tanaman yang indah dan estetik, taman depan rumah bisa jadi tempat foto yang Instagramable. 

Kuncinya adalah memilih jenis tanaman yang tepat, dari segi tampilan maupun akar dan bentuknya yang tidak akan merusak struktur rumah. 

Untuk menemukan tanaman yang tepat, Anda bisa menyimak jenis-jenisnya di sini. 

Mengapa Tanaman Hias Penting untuk Halaman Depan Rumah?

Tanaman hias memiliki peran penting untuk menciptakan suasana yang lebih segar dan menenangkan di halaman depan rumah. 

Kehadirannya bisa menurunkan suhu sekitar, meningkatkan kualitas udara, serta memberikan nuansa hijau yang menyejukkan mata. 

Selain manfaat bagi lingkungan, tanaman hias juga memiliki nilai estetika tinggi. Penataan tanaman yang tepat bisa mempercantik tampilan rumah, membuatnya tampak lebih hidup, rapi, dan indah dipandang. 

Tanaman juga akan meningkatkan nilai fungsional halaman depan rumah. Area hijau yang terawat akan memberikan citra positif bagi pemilik rumah. 

Jenis Pohon Hias Depan Rumah yang Estetik 

Dimulai dari menanam pohon yang meneduhkan dan estetik, berikut ini beberapa jenis yang bisa jadi pilihannya: 

pohon tabebuya

1. Pohon Tabebuya 

Jenis pohon yang akan sangat menarik ketika berbunga lebat. Bunganya berwarna cerah seperti kuning atau merah muda. 

Menanam pohon tabebuya depan rumah dapat menciptakan efek dramatis dan menjadi fokus menarik dalam rumah minimalis. 

pohon jacaranda

2. Pohon Jacaranda

Pohon yang memiliki bunga berwarna ungu dan daun cukup rimbun sehingga sangat meneduhkan. 

Jacaranda adalah pilihan pohon yang sangat estetik, cocok untuk pohon peneduh depan rumah atau sebagai dekoratif halaman. 

pohon flamboyan

3. Pohon Flamboyan 

Tanaman dengan bunga warna merah atau orange sehingga jadi perhatian. Apalagi bunganya memiliki bentuk cakar yang menarik secara visual. 

Pohon bisa tumbuh sangat besar dan menawan, menjadikannya cocok sebagai peneduh halaman rumah. 

pohon bambu

4. Pohon Bambu 

Pernah pergi ke sudut desa dan menemukan serumpun pohon bambu? Suasananya pasti sangat sejuk. 

Anda juga bisa menanam pohon bambu spesies bambusa atau bambu kuning yang lebih kecil, tapi tetap menyejukkan sekaligus lebih estetik. 

pohon palm

5. Pohon Palem 

Tampilan pohon palem sangat eksotik dan menekankan kesan tropis nan elegan. Sering digunakan untuk hunian berdesain minimalis karena bentuk pohonnya yang ramping. 

Pohon dapat tumbuh menjulang dan menjadi titik tinggi demi menambahkan dimensi vertikal di taman depan rumah.

pohon japanese cheesewood

6. Pohon Japanese Cheesewood 

Tanaman yang selalu tumbuh dengan warna hijau dengan bentuk rapi dan estetik. Buahnya berupa beri-berian kecil yang menarik ketika tumbuh sebagai aksen. 

Cocok untuk Anda yang memiliki rumah dengan pekarangan tidak terlalu besar, karena akarnya yang tidak tumbuh dengan agresif. 

pohon citrus

7. Pohon Citrus 

Jika Anda ingin mencari pohon buah yang meneduhkan, pohon citrus bisa jadi pilihannya. Pohon ini memberi kesan segar dan hidup pada taman depan. 

Efektif juga sebagai kombinasi fungsi dan dekorasi rumah. Apalagi buahnya bisa Anda panen dan dikonsumsi. 

Varian Bunga Hias Depan Rumah yang Indah 

Anda yang lebih suka dengan tanaman bunga, masih ada varian lain yang menarik untuk dipilih. Baik itu berupa pohon besar bahkan kecil, seperti: 

pohon kamboja

1. Pohon Bunga Kamboja 

Terkenal dengan ukuran bunganya yang cukup besar, berwarna cerah seperti merah, kuning, atau putih, dengan aroma sangat harum. 

Pohon kamboja memberikan kesan tropis dan eksotis pada halaman rumah. Untuk perawatan, Anda bisa menanam depan rumah yang mendapatkan cahaya matahari langsung. 

bunga mawar

2. Bunga Mawar

Tidak ada yang menandingi keindahan bunga mawar dengan banyak pilihan warna. Saat berbunga, mawar selalu bisa jadi pusat perhatian dalam sebuah taman

Perawatan bunga mawar cukup simpel, tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh, tanah subur, dengan drainase yang baik. 

bunga bougainvillea

3. Bunga Bougenville

Sama-sama tanaman bunga yang memiliki duri, bunga bougenville juga memiliki banyak pilihan warna terutama cerah, seperti  merah, pink, ungu, bahkan putih. 

Tanaman ini bisa merambat, sehingga bisa Anda jadikan sebagai tanaman pagar atau tumbuh di struktur pagar untuk memberikan nuansa tropikal yang kuat. 

bunga anggrek

4. Bunga Anggrek

Terkenal sebagai tanaman mahal dan eksotis, karena bentuk bunga dan warnanya sangat unik. Tak heran sering disebut juga sebagai bunga mahal. 

Perawatan bunga anggrek pun sedikit rumit, perlu kelembapan yang tepat, area teduh, dan sinar matahari tidak langsung. 

bunga lavender

5. Bunga Lavender 

Jika Anda ingin tanaman yang tidak mahal tapi bunganya indah harum, maka lavender bisa jadi pilihan selanjutnya. 

Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung sehingga tumbuh dengan baik. Suka dengan tanah yang agak kering, sehingga tidak perlu terlalu sering menyiram. 

bunga melati

6. Melati 

Ada mawar di depan rumah, Anda juga bisa menambahkan tanaman bunga melati. Bunga kecil warna putih ini akan memberikan bau yang sangat harum pada halaman rumah. 

Tanamannya sendiri sangat mudah tumbuh dengan sinar matahari sebagian maupun penuh. Supaya rapi, Anda hanya perlu memangkas rutin agar selalu tumbuh tunas baru. 

bunga Hydrangea

7. Hydrangea 

Jika rumah Anda berada di area yang sejuk seperti pegunungan, maka wajib menanam hydrangea. Bunganya yang berbentuk bola dengan kelopak kecil-kecil sangat unik. 

Warna bunganya biru, pink, dan putih yang pastel, sehingga membuat teman bisa terlihat lebih elegan. 

Tips Menata Tanaman Hias agar Terlihat Rapi dan Indah

Sudah memilih tanaman untuk halaman rumah? Anda harus menatanya dengan tepat, apalagi jika berencana memiliki lebih dari dua atau tiga jenis. 

Ikuti tips berikut ini agar penataannya membuat tampilan taman lebih sempurna: 

1. Menerapkan Gaya atau Tema yang Konsisten 

Menentukan gaya taman sejak awal, misalnya minimalis, kontemporer, atau klasik, akan membantu Anda memilih dan menempatkan jenis tanaman. 

Misalnya, untuk tema minimalis Anda bisa memilih tanaman dengan bentuk sederhana, pot bersih tanpa ornamen, dan warna yang netral. 

Pengaturan penempatan tanaman juga sebaiknya tidak terlalu padat. 

2. Manfaatkan Ruang Vertikal dan Pot Gantung 

Jika lahan depan rumah terbatas, Anda bisa menciptakan taman vertikal. Pot gantung, rak dinding, atau panel tanaman bisa jadi pilihan efektif. 

Kemudian, Anda bisa menanam tanaman merambat pada pot gantung yang menjuntai indah daripada pohon berukuran besar. 

3. Kelompokkan Tanaman sesuai Ukuran, Jenis, dan Kebutuhan Cahaya 

Agar tanaman bisa tumbuh subur dan terlihat rapi, Anda bisa mengelompokkan tanaman ukuran besar di belakang sebagai latar. 

Sedangkan tanaman ukuran medium di tengah, dan tanaman kecil ada di bagian depan.

4. Memberi Ruang Kosong sebagai Titik Fokus 

Terlalu banyak tanaman ditempatkan merata bisa membuat halaman terasa sesak dan membingungkan mata. 

Oleh karena itu, Anda bisa menyisakan ruang kosong sebagai jalur atau jalan setapak agar mata bisa merasa nyaman ketika melihat taman. 

merawat tanaman

Cara Merawat Tanaman Hias Depan Rumah agar Tetap Subur

Setelah menata dengan tepat, Anda juga tidak boleh melewatkan perawatan sebagai berikut: 

1. Memilih Jenis Tanah untuk Menanam yang Subur 

Gunakan tanah yang kaya nutrisi dan subur, dengan kandungan organik yang baik, agar tanaman memperoleh unsur hara yang cukup. 

Jangan lupa, drainase juga harus baik agar air tidak menggenang dan akar tidak membusuk. 

2. Menyiram dengan Air yang Cukup dan Tepat Waktu 

Siram tanaman sesuai kebutuhan jenisnya, karena ada beberapa tanaman yang membutuhkan lebih banyak air atau sebaliknya. 

Waktu penyiraman terbaik adalah ketika pagi hari atau sore hari agar tanaman tidak stres karena panas. 

3. Mengatur Cahaya Matahari yang Sesuai 

Setiap tanaman punya kebutuhan sinar matahari berbeda. Ada yang butuh sinar matahari penuh, ada yang teduh saja. 

Menempatkan tanaman di lokasi yang sesuai akan membantu fotosintesis lebih optimal dan mencegah daun terbakar atau menguning. 

4. Memangkas Daun dan Ranting Kering

Terakhir, Anda harus memperhatikan pemangkasan secara rutin, dengan membuang daun mati, ranting kering, atau bagian rusak agar tanaman rapi dan sehat. 

Semua perawatan inilah yang akan mendukung tanaman di halaman depan rumah tampil selalu sehat, rapi, cepat berbunga. 

F.A.Q

Tanaman lidah mertua, sirih gading, peace lily, aloe vera, bromeliad, lili paris, monstera.

Tanaman yang punya potensi merusak struktur atau terlalu besar, seperti bambu, cemara, pohon pinus, maple, akasia.

taman kaca penuh dengan hidroponik

Ternyata Ini Pengertian & Cara Kerja Tanaman Hidroponik, Simpel Banget!

Banyak orang percaya solusi terbaik menanam di lahan sempit adalah dengan hidroponik. Tapi apa sebenarnya pengertian hidroponik dan cara kerjanya? 

Sayangnya, tidak banyak orang yang mempelajari hidroponik dengan tepat, sehingga cenderung gagal dan berhenti di tengah jalan. 

Bagi Anda yang ingin mencoba hidroponik, sebaiknya kenali dulu jenis-jenisnya, keunggulan, cara kerja dan langkah awal untuk memulainya di sini. 

Mengenal Jenis Jenis Hidroponik 

Anda mungkin hanya mengenal hidroponik adalah cara menanam menggunakan air atau tanpa tanah. Medianya adalah air sedangkan pot digantikan dengan pipa untuk mengalirkan air. 

Namun, hidroponik bukan sekedar menanam dengan air, tapi banyak jenisnya yang bisa dipelajari, seperti: 

perawatan hidroponik

1. Sistem Sumbu 

Dikenal juga sebagai sistem sumbu dan termasuk yang paling simpel. Nutrisi pada wadah yang mengalirkan air akan ditarik akar tanaman lewat sumbu seperti tali atau kain yang sifatnya kapiler. 

Jenis yang pertama ini tidak membutuhkan listrik maupun pompa, sehingga cocok bagi Anda yang masih pemula. 

2. Sistem Rakit Apung

Jenis hidroponik yang metodenya dengan meletakkan di atas rakit atau wadah yang mengapung di permukaan larutan nutrisi. 

Akar tanaman terendam langsung di dalam larutan sehingga penyerapan zat gizi berlangsung optimal. Biasanya aerator ditambahkan untuk menjaga suplai oksigen. 

3. Nutrient Film Technique 

Merupakan jenis hidroponik NFT yang menggunakan aliran tipis larutan nutrisi yang terus bergerak melewati akar tanaman. 

Akar akan menyerap nutrisi sekaligus mendapat cukup oksigen karena larutan yang mengalir hanya berupa lapisan tipis. 

4. Deep Flow Technique 

Hampir mirip dengan NFT, hanya saja lapisan larutan nutrisi lebih tebal sehingga sebagian akar tetap terendam. 

Dengan demikian, tanaman tetap mendapat cadangan nutrisi meskipun alirannya terhenti sesaat. 

5. Sistem Irigasi Tetes

Sesuai dengan namanya, sistem ini menyalurkan larutan nutrisi melalui tetesan yang langsung menuju akar tanaman. 

Debit tetesan dapat diatur sesuai kebutuhan. Ada dua tipe, yaitu sistem resirkulasi (larutan kembali ke tangki) dan non resirkulasi (larutan habis terserap). 

pekarangan hidroponik

6. EBB dan Flow 

Hidroponik pasang surut yaitu metode dengan memompa larutan nutrisi hingga menggenangi akar pada waktu tertentu, lalu dikembalikan ke tangki penampung. 

Siklus pasang surut ini membuat akar memperoleh nutrisi sekaligus udara segar secara bergantian. 

7. Aeroponik 

Aeroponik termasuk teknik paling modern. Tanaman ditopang tanpa media padat, sementara akar digantung di udara. 

Nutrisi diberikan dalam bentuk kabut atau semprotan halus. Metode ini memungkinkan tanaman tumbuh lebih cepat karena suplai oksigen yang melimpah. 

8. Sistem Vertikal 

Sistem ini dirancang untuk memaksimalkan ruang, terutama di lahan sempit. Tanaman ditata secara bertingkat dalam pipa atau tower, sementara nutrisi dialirkan dari atas ke bawah. 

Sangat cocok digunakan untuk perkotaan atau rumah dengan lahan terbatas. 

tanaman hidroponik banyak

Keunggulan Hidroponik untuk Kualitas Tanaman 

Tidak salah jika banyak orang dengan lahan sempit memilih hidroponik, karena itu salah satu keunggulannya. Namun, bukan hanya itu saja keunggulannya: 

1. Tanaman Tumbuh Lebih Cepat 

Karena nutrisi tanaman diberikan secara langsung melalui larutan dan akar, tanaman tidak perlu berjuang mencari unsur hara di tanah. 

Selain itu, distribusi nutrisi yang merata memungkinkan pertumbuhan antar tanaman menjadi lebih seragam dari segi ukuran dan fase perkembangannya. 

2. Kualitas Hasil Panen Terjaga 

Tanaman hidroponik sering menghasilkan produk yang lebih bersih karena akar tidak kontak langsung dengan tanah yang bisa membawa patogen atau kontaminan. 

Hasilnya, daun sayuran atau bagian tanaman lain jadi terlihat lebih menarik, bebas tanah atau partikel luar yang bisa mengurangi tampilannya. 

3. Pengendalian Nutrisi yang Lebih Tepat dan Efisien 

Dalam hidroponik, petani dapat mengatur kadar nutrisi, pH, dan oksigen larutan dengan lebih terkontrol. 

Penyediaan nutrisi yang stabil berdampak langsung ke kualitas warna, rasa, tekstur, serta kandungan gizi tanaman yang lebih mudah dipertahankan. 

hidroponik tampak dekat

Cara Kerja Teknik Hidroponik 

Meskipun memiliki banyak jenis, tapi teknik kerja hidroponik rata-rata sama. Berikut ini cara kerjanya yang bisa jadi perhatian Anda: 

1. Media Tanam Alternatif atau Tanpa Tanah 

Daripada menggunakan tanah, hidroponik memakai media air atau media inert (pasir, kerikil, batu apung, dll) yang hanya berfungsi sebagai penahan akar dan menyediakan kestabilan fisik. 

Unsur hara tidak berasal dari tanah itu sendiri, melainkan dari larutan nutrisi yang ditambahkan ke dalam media air. 

2. Larutan Nutrisi dan Unsur Hara yang Dikontrol 

Nutrisi esensial untuk pertumbuhan tanaman (seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dll) dilarutkan ke dalam air. 

Komposisi unsur hara ini diatur sesuai kebutuhan jenis tanaman dan fase pertumbuhannya. Kondisi larutan harus dijaga agar tetap optimal. 

3. Penyediaan Air dan Sirkulasi

Air yang mengandung nutrisi harus dialirkan ke akar tanaman secara teratur.

Ada beberapa sistem yang mengatur bagaimana larutan ini mengalir atau bersirkulasi, seperti sistem tetes, NFT, pasang surut, atau sistem apung. 

4. Pemberian Oksigen ke Akar 

Karena akar tidak berada dalam tanah yang mengandung udara dan mikroorganisme, maka perlu memastikan suplai oksigennya. 

Caranya bisa melalui aerator atau pompa udara, aliran larutan yang tipis, atau dengan interval bebas larutan agar akar tetap bisa bernapas. 

hasil tanaman hidroponik

Perbedaan Hidroponik dan Konvensional

Penanaman hidroponik dengan sistem konvensional jelas berbeda. Dari media tanam sampai dengan proses pemberian nutrisi dan penggunaan air. 

1. Media Tanam 

Hidroponik tidak menggunakan tanah, media yang digunakan adalah cocopeat, sistem rakit, atau rockwool, bahkan tanpa media sama sekali. 

Akar mendapatkan dukungan fisik dari media atau rakit, bukan dari tanah yang kaya bahan organik. 

Sedangkan media tanam konvensional adalah tanah yang menjadi sumber nutrisi, habitat mikroorganisme yang mendukung siklus hara. 

2. Pemberian Nutrisi dan Kontrol 

Nutrisi dalam hidroponik disediakan dalam bentuk larutan dengan komposisi dan pH yang dapat dikontrol secara akurat.

Pada cara menanam konvensional bergantung pada ketersediaan di tanah, dekomposisi bahan organik, dan efisien pupuk yang diberikan. 

3. Penggunaan Air 

Hidroponik umumnya lebih efisien, sistem tertutup mengurangi kehilangan air melalui penguapan dibandingkan lahan terbuka. 

Sistem tanam konvensional kehilangan air lebih besar. Efisiensi sangat tergantung pada praktek irigasi dan kondisi tanah.

4. Produktivitas dan Waktu Panen 

Umumnya hidroponik memberikan pertumbuhan lebih cepat dan potensi hasil lebih tinggi per luasan karena nutrisi tersedia optimal dan kondisi terkontrol. 

Sistem konvensional hasilnya bervariasi menurut kualitas tanah,iklim, dan praktik budidaya. Dalam kondisi ideal bisa sangat produktif, tapi umumnya lebih variatif daripada hidroponik. 

tanaman penuh hidroponik

Langkah Awal Memulai Hidroponik bagi Pemula 

Sebagai pemula, Anda tidak perlu memilih jenis hidroponik yang sistemnya rumit. Cukup jenis sederhana seperti sistem sumbu atau rakit apung sudah cukup. 

Namun, meskipun jenisnya sederhana, banyak langkah awal yang harus diperhatikan seperti: 

1. Persiapan Alat dan Bahan Menanam Hidroponik 

Alat dan bahan yang diperlukan antara lain wadah penanam (bak, ember, pipa), media tanam (rockwool, cocopeat, arang, sekam), bibit/ benih tanaman yang cocok.

Siapkan juga larutan nutrisi hidroponik, alat mengukur pH dan EC, dan perlengkapan tambahan seperti pompa sesuai jenis hidroponik yang dipilih. 

2. Siapkan Media Tanam Hidroponik dan Benihnya

Anda hanya perlu menanam benih pada media tanam yang bersih dalam wadah yang telah disiapkan. 

Supaya hasilnya lebih cepat, Anda bisa memilih benih yang mudah dipelihara seperti selada, kangkung, atau sayuran daun lainnya. 

3. Membuat dan Mengatur Larutan Nutrisi 

Anda perlu membuat larutan yang seimbang, larut dengan baik, dan idealnya pH antara kurang lebih 5,5 hingga 6,5. 

Ukur EC untuk memastikan konsentrasi nutrisi bisa sesuai dengan kebutuhan tanaman. 

hidroponik dalam pipa

4. Menyiapkan Lokasi Menanam dan Pencahayaan

Pilihlah lokasi yang mendapatkan cahaya matahari cukup jika menanamnya di luar ruangan. 

Minimal tanaman mendapatkan cahaya matahari 6-8 jam per hari untuk tanaman sayuran daun. 

5. Monitoring Pertumbuhan dan Perubahan 

Penting untuk mengamati pertumbuhan tanaman dengan rutin. Jika tanaman tampak merah pada daun, pucuk kurang subur, pertimbangkan perubahan larutan nutrisinya. 

Kondisi cahaya dan suhu juga bisa jadi pengaruhnya. Jika media terlalu lembab atau akar terlalu panjang, Anda bisa melakukan perawatan agar oksigen tetap masuk. 

Jika monitoring berhasil, maka Anda hanya perlu menunggu waktu panen saja.

F.A.Q

Kelebihannya adalah efisiensi penggunaan lahan dan air, pertumbuhan lebih cepat, bebas gulma, dan hasil panen yang tinggi. Hanya saja, biaya untuk memulai juga tinggi dan perlu pengetahuan khusus. 

Syaratnya adalah udara, air, cahaya, nutrisi, panas, dan ruang. 

Pupuk AB mix, pupuk NPK, pupuk gandasil, pupuk organik cair. 

pohon untuk taman

Bye Panas! Jenis Pohon Peneduh Taman Rumah yang Wajib Ditanam

Suasana sering gerah saat cuaca panas? Tenang, berbagai jenis pohon untuk taman bisa meneduhkan dan mudah untuk ditanam. 

Hunian tidak hanya terasa sejuk, tapi juga tampil lebih indah dan nyaman. Anda pun tidak perlu lagi terlalu sering menyalakan ac yang membuat tagihan listrik melonjak. 

Asal taman dirawat dengan baik, deretan pohon ini akan menyejukkan hunian Anda di kala siang hari yang terik. 

7 Pohon Hias Taman yang Meneduhkan 

Memilih pohon sebagai hiasan taman bukan hanya yang estetik, tapi pilih juga yang bisa tumbuh dengan rindang. Beberapa pilihannya adalah: 

pohon tabebuya

1. Pohon Tabebuya 

Pohon yang jika sudah tumbuh besar akan menciptakan bunga warna warni yang cerah ketika musim pancaroba. 

Dengan warna bunganya yang indah, pohon ini akan menghadirkan taman estetik layaknya sebuah lukisan. Daunnya pun rimbun yang membuat semakin rindan. 

Batang dan struktur pohon tetap memberikan bayangan teduh karena termasuk lebar. Anda dapat menanamnya pada sudut taman rumah dengan pas. 

pohon ketapang kencana

2. Pohon Ketapang Kencana 

Sejak 2024, banyak rumah yang memilih untuk menanam pohon ketapang kencana pada area taman. Itu arena keunikan ranting dan cabang yang berbentuk tingkat. 

Karena bentuk uniknya tersebut, pohon ketapang memberikan keteduhan bak payung karena daun-daunnya mendukung kesejukan yang membentuk kanopi.

Daun pohon ini berukuran kecil bergugus, dan efektif untuk menyaring cahaya sinar menjadi lebih lembut dan teduh saat memasuki rumah. 

Penampilannya yang cukup dramatik membuatnya cocok sebagai tanaman vertical accent di rumah Anda yang tamannya luas. 

pohon tanjung

3. Pohon Tanjung 

Wangi bunganya yang harum dengan daya tahan bagus, membuat daun pohon tidak sering dan mudah rontok, sehingga perawatan lebih mudah. 

Bayangan pohon cukup luas dan batang serta rantingnya cukup kuat, membuatnya menjadi andalan sebagai tempat berteduh. 

Taman dengan pohon tanjung akan memiliki suasana yang harum sejak sora hingga malam berkat aroma bunganya. 

Untuk menciptakan taman yang lebih intip, Anda bisa menanam pohon tanjung di tepi jalan setapak atau pohon sentinel di depan teras. 

pohon palem

4. Pohon Palem 

Sering jadi tanaman utama saat memasuki boulevard perumahan, tapi bagus juga ditanam pada taman rumah. 

Daun-daunnya yang menjuntai dengan bentuk pohon tinggi yang langsing dengan struktur vertikal membuatnya terkesan minimalis. 

Karena strukturnya tidak terlalu melebar di pangkal, palem bisa digunakan di taman sempit maupun halaman depan rumah yang tidak terlalu luas. 

Selain itu, banyak jenis palem yang daunnya indah serta mudah dirawat. Cukup sinar matahari cukup, dan tanah yang drainasenya baik. 

Anda hanya perlu memangkas ringan agar bentuk pohonnya selalu rapi. 

pohon american holly

5. Pohon American Holly 

Meski khas tanaman luar negeri, American Holly bisa menjadi pohon hias yang unik sekaligus mempercantik taman rumah Anda. 

Ciri khasnya adalah daun yang tebal dan keras, dengan warna tahunannya yang hijau gelap, kontras dengan bunga atau dedaunan. 

Bentuk dan warna pohon ini bisa menjadikannya focal point pada taman. Soal ukuran, tinggi pohon bisa sampai 10-15 meter sehingga perlu halaman luas. 

Supaya bentuknya tetap rapi dan sintetis, Anda juga harus rutin melakukan pemangkasan secara berkala. 

Pohon Flamboyan 

6. Pohon Flamboyan 

Dengan warna bunga merah atau oranye, membuat pohon flamboyan sangat menarik perhatian. 

Ketika musimnya mekar, taman rumah akan seperti pesta warna. Selain estetik, daun dan rantingnya juga bisa menjadi tempat berteduh yang sejuk. 

Untuk taman rumah, Anda bisa menanam pohon flamboyan sebagai pohon utama yang bisa dilihat dari berbagai sisi. 

Karena pohon ini tumbuh dengan melebar, maka Anda harus mempersiapkan ruang yang cukup untuk menanamnya. 

pohon beringin

7. Pohon Beringin 

Menjadi pohon klasik yang tak lekang oleh waktu. Beringin punya ciri khas utama dari akar gantungnya, berbatang besar, dengan tajuk sangat lebat. 

Keistimewaannya sangat terasa ketika Anda ingin menciptakan tempat berteduh yang luas. Anda bisa menjadikan bawah pohon beringin sebagai tempat duduk santai. 

Anda bisa menempatkan meja kursi taman atau memasang hammock yang bisa jadi tempat berteduh sampai berjam-jam. 

Karena ukurannya termasuk sangat besar, Anda harus mempersiapkan pula taman yang lebih luas. 

5 Pohon Taman Minimalis untuk Rumah Sejuk 

Bagaimana jika Anda ingin membuat rumah minimalis, terutama area taman sempit? Beberapa pilihan pohon berikut bisa jadi pertimbangannya: 

pohon mangga

1. Pohon Mangga 

Jenis pohon yang tidak hanya terkenal dengan buahnya, tapi juga bagus sebagai peneduh alami di rumah minimalis. 

Daunnya besar dan lebat, batangnya kuat, jadi bisa memberikan naungan yang cukup luas. Cocok bagi taman rumah minimalis yang ingin tampil estetik. 

Ketika musim buah, Anda juga bisa memanen buahnya yang rasanya manis. Nah, supaya tidak terlalu mengganggu bangunan, Anda harus rutin memangkas dahannya. 

pohon bungur

2. Pohon Bungur 

Sering dijuluki sebagai pohon hias tropis karena bunganya yang berwarna ungu cerah dan menarik perhatian. 

Selain meneduhkan, bungur juga memberikan nuansa elegan di taman rumah minimalis. 

Tajuknya cukup lebar untuk melindungi area halaman, sementara batangnya tegak dengan bentuk cabang yang teratur. 

Menariknya lagi, pohon ini cukup tahan terhadap cuaca panas, sehingga pas untuk iklim tropis di Indonesia. 

pohon kamboja

3. Pohon Kamboja 

Tidak hanya identik dengan suasana Bali, pohon kamboja juga sangat pas untuk taman minimalis. 

Bentuknya tidak terlalu besar, tetapi cabang dan daunnya bisa memberi keteduhan ringan yang cukup nyaman. 

Bunganya sangat harum dan indah, menghadirkan nuansa tropis yang menenangkan. Cocok taman rumah minimalis dengan konsep natural. 

Bagus juga jika Anda mengombinasikannya dengan batu alam atau kolam kecil. 

pohon jacaranda

4. Pohon Jakaranda 

Jika ingin rumah minimalis tampak artistik, Anda bisa menanam pohon jakaranda. Bunganya yang berwarna ungu lembut akan muncul di musim tertentu. 

Berkat bunganya, taman akan terlihat seperti penuh dengan taburan bunga. Selain indah, pohon ini juga memiliki daun majemuk yang rimbun sehingga efektif meredam panas. 

Pohon jakaranda cocok ditanam pada halaman depan rumah untuk menambah estetika sekaligus kenyamanan. 

pohon pucuk merah

5. Pohon Pucuk Merah 

Pucuk merah populer sebagai pohon yang menghias taman modern. Daunnya unik karena bisa berubah warna dari merah cerah ke hijau tua. 

Meski ukuran pohonnya tidak terlalu besar, pucuk merah cukup efektif sebagai peneduh ringan. 

Selain itu, bentuknya bisa dipangkas sesuai selera, membuat taman tetap sejuk sekaligus stylish. 

Jika Anda memiliki halaman sedikit luas, Anda bisa menanam lebih dari satu pohon. 

Inilah jenis pohon untuk taman yang bisa Anda pilih sebagai peneduh sekaligus meningkatkan estetika rumah. 

Pastikan untuk memilih pohon yang ukurannya sesuai taman dan perawatan mudah.

F.A.Q

Tanaman seperti mawar, sirih gading, keladi hias, anggrek, bunga pentas, geranium, dll. 

Pohon tabebuya, pohon mahoni, pohon mangga, pohon flamboyan, pohon palem, pohon kamboja. 

tanaman lotus

Tanaman Hias Kekinian 2025: Pilihan Cantik untuk Rumah Lebih Asri

Hobi menata tanaman di sudut rumah agar semakin cantik? Yuk, kenalan dulu dengan tanaman hias populer 2025 ini. 

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia tanaman hias mengalami banyak pergeseran tren yang cukup menarik. 

Mulai dari tanaman berdaun lebar seperti monstera dan calathea yang tampil eksotis dan fotogenik, kemudian tanaman tropis dengan bunga berwarna-warni. 

Memasuki tahun 2025, tren tanaman semakin berkembang dengan menekankan gaya yang tidak hanya menekankan keindahan visual, tapi juga fungsionalitas. 

Anda bisa mencari tanaman yang ramah lingkungan, mudah dirawat, sekaligus memberikan manfaat tambahan seperti penyaring udara alami. 

Simak deretan tren tanamannya di tahun ini berikut. 

15 Jenis Tanaman Hias yang jadi Tren di Tahun 2025

Anda tidak akan kehabisan inspirasi tanaman baru untuk ditanam pada rumah. Berikut ini jenis tanaman populer untuk menghiasi rumah: 

tanaman lidah mertua

1. Lidah Mertua 

Disebut juga dengan sansevieria, tanaman ini jadi primadona di tahun 2025 karena punya daya tahan luar biasa. 

Anda bisa menanamnya dalam rumah, karena lidah mertua bisa hidup dengan minim cahaya bahkan jarang disiram, cocok bagi Anda yang sibuk. 

Selain cantik, tanaman ini juga terkenal dengan kemampuannya menyerap polutan dan menghasilkan oksigen dalam malam hari. 

tanaman sirih gading

2. Sirih Gading

Photos atau sirih gading adalah tanaman dengan daun hijau bercorak kuning atau putih. Pothos cocok dijadikan tanaman gantung atau rambat di rak. 

Pertumbuhan tanaman ini sangat cepat dan bisa membantu menyaring udara dengan baik. 

Karena tahan di berbagai kondisi, tanaman ini selalu menjadi favorit dekorasi rumah modern. 

tanaman zz plant

3. ZZ Plant 

Tanaman dengan warna daun yang mengkilap dan berbentuk rapi, sehingga banyak disukai. Untuk merawatnya, Anda hanya perlu menyiram minimal seminggu sekali. 

Bisa tumbuh di berbagai kondisi cuaca, tanaman ini jadi pilihan tepat jika Anda masih pemula dalam merawat tanaman di rumah atau apartemen. 

tanaman Aglaonema

4. Aglaonema 

Terkenal sebagai tanaman “Sri Rejeki”, aglaonema punya banyak varian warna dan corak daun yang unik. Ideal untuk ditempatkan pada ruangan yang cahayanya sedang. 

Julukannya tersebut juga tidak terlepas karena tanaman ini dipercaya mampu membawa keberuntungan. 

Dari segi perawatan, aglaonema termasuk tanaman tahan banting. Pertumbuhannya bisa tetap normal pada cahaya yang redup hingga normal. 

tanaman Monstera

5. Monstera 

Sempat tren di tahun 2020 awal monstera adalah tanaman berdaun lebar dan berlubang yang khas tropis. 

Satu pot monstera sudah cukup untuk membuat ruangan di rumah terasa lebih hidup. Selain estetik, monstera juga efektif menjaga kelembapan udara. 

Anda bisa meletakkannya di kamar atau ruang tamu untuk membawa kesegaran, terutama saat siang hari yang terik. 

tanaman Alocasia

6. Alocasia 

Satu lagi tanaman populer yang memiliki keindahan dari bentuk daunnya yaitu Allocation. Tanaman ini memiliki bentuk daun lebih dramatis yang cocok menghias sudut ruangan. 

Hanya saja, tanaman ini membutuhkan perhatian lebih pada kelembapan tanah, sehingga Anda harus rutin menyiramnya. 

Mampu memberikan nuansa tropis yang lembap dan elegan, sangat cocok untuk Anda yang suka dengan tampilan desain ruangan yang bold. 

tanaman Calathea

7. Calathea 

Sama seperti monstera, tanaman calathea juga sempat tren dan kembali populer di 2025. Tanaman ini memiliki corak daun yang artistik layaknya lukisan alami.

Fungsinya bukan hanya memperindah tapi juga menambah kelembapan dalam ruangan. Bahkan sangat cocok untuk ruangan ber-ac yang cenderung kering.

Ideal jika Anda menyukai interior yang estetik sekaligus menyehatkan. Dari segi perawatan, tanaman ini perlu tanah lembut dan tidak mendapat cahaya langsung. 

tanaman Homalomena

8. Homalomena 

Jika mencari tanaman yang mudah dirawat, maka homalomena bisa jadi pilihan Anda. Tanaman ini berdaun lebar dan mengkilap ini sangat banyak icari. 

Sangat bagus jika Anda ingin meletakkannya pada ruangan yang tidak terlalu bercahaya, karena akan memberikan kesan segar. 

Misalnya saja untuk kamar mandi atau dapur yang membutuhkan sentuhan segar dari tanaman. 

tanaman Philodendron

9. Philodendron

Salah satu tanaman merambat yang sangat fleksibel untuk Anda bentuk agar lebih indah. Tapi ada juga yang jenisnya tumbuh tegak sehingga cocok untuk sudut ruangan. 

Bentuk daunnya sangat beragam, ada yang berbentuk hati ada pula panjang dan ramping. 

Terkenal sebagai tanaman yang tahan dalam ruangan bercahaya minim, sehingga tidak perlu khawatir soal perawatannya. 

Tapi ingat, Anda juga harus tetap rutin menyiram dan memberikannya pupuk agar tumbuh subur. 

tanaman hoya

10. Hoya

Kepopuleran tanaman hoya di 2025 tidak terlepas dari bentuk bunganya berupa bintang dengan daun lilin. 

Anda dapat menggantung tanaman ini karena modelnya yang merambat. Tidak membutuhkan banyak air agar tanaman ini tetap sehat. 

Sangat cocok jika Anda ingin menjadikannya hiasan di halaman depan rumah atau pada interior ruangan rumah bahkan kantor. 

tanaman Peperomia

11. Peperomia

Mencari tanaman yang berukuran mungil? Peperomia bisa jadi pilihan selanjutnya. Meskipun kecil, tekstur daunnya tebal dan juga menarik. 

Anda bisa meletakkannya pada meja kerja atau rak kecil sebagai penghias tengah ruangan. Karena kecil perawatannya pun tergolong ringan. 

Menanamnya tidak harus dalam pot, tapi bisa juga dalam air, cocok jika Anda tinggal di ruangan yang terbatas. 

tanaman Oxalis

12. Oxalis 

Lebih dikenal dengan tanaman calincing, dengan daun yang berbentuk segitiga dengan warna ungu atau hijau tua sehingga lebih unik. 

Ketika malam, daunnya bisa menutup seperti kupu-kupu. Lebih dari sekedar cantik, tanaman ini juga bisa dipelihara sebagai aksen meja meja atau ruangan. 

Soal perawatan, oxalis membutuhkan lebih banyak air, jadi jangan sampai lupa untuk menyiramnya. 

tanaman Keladi Hias

13. Keladi Hias

Nama lainnya adalah caladium, tanaman ini punya varietas yang luas dengan corak daun warna-warni mencolok. Ada yang warnanya merah, hijau, kuning, atau kombinasi. 

Ada sentuhan cerah yang dihadirkan oleh keladi hias sehingga membuat ruangan jauh lebih berwarna. 

Meskipun membutuhkan kelembapan tinggi untuk bisa hidup, keladi hias cenderung mudah untuk dipelihara. 

Pastikan saja Anda meletakkannya pada ruangan yang terkena cahaya matahari pagi dan teduh. 

tanaman bambu hoki

14. Bambu Hoki 

Tanaman yang juga sempat populer pada 2005-an ini kembali tren. Bambu hoki tumbuh dengan media air, yang membuatnya selalu terlihat segar. 

Ukurannya pun mini yang biasanya dijual dengan berbagai jenis bentuk dan juga bertingkat. 

Terkenal sebagai tanaman yang akan membawa keberuntungan sekaligus estetik. Perawatannya sangat mudah, selama Anda tidak lupa menambahkan air dan menggantinya. 

tanaman peace lily

15. Peace Lily 

Bukan bunga lili yang berukuran besar, tapi varietas lain yang ukurannya lebih kecil dan berwarna putih. 

Berkat warna putihnya, ruangan akan terasa lebih elegan dan menarik banyak perhatian. Tanaman ini pun bisa tetap tumbuh pada ruang bercahaya rendah. 

Anda bisa menempatkannya pada ruang kerja atau kamar tidur untuk menciptakan kesan yang lebih segar dan hidup.

Manfaat lain dari tanaman ini adalah sangat efektif menyaring polutan udara dalam ruangan. 

Inilah tanaman hias populer 2025 yang bisa jadi pilihan Anda. Meletakkannya dalam ruangan atau taman pun tidak masalah karena akan mempercantik hunian.

pohon jenitri

Fakta Menarik Tentang Pohon Jenitri yang Perlu Kamu Tahu

Pohon jenitri mungkin belum terlalu akrab di telinga banyak orang. Tapi siapa sangka, pohon jenitri dan manfaatnya ternyata begitu luar biasa. 

Tumbuh subur di daerah tropis, buahnya memiliki biji yang keras terkenal dengan nama rudraksha atau jenitri. Hingga saat ini, bijinya sering digunakan untuk berbagai tradisi spiritual. 

Tidak hanya menarik dari segi tampilannya, biji jenitri juga punya alur berbeda dan memiliki khasiat tersendiri. Fakta uniknya menjadikan tanaman ini lebih dari sekedar tanaman biasa. 

Seperti apa fakta menarik yang perlu diketahui dari tanaman ini? Simak informasi selengkapnya dalam artikel ini. 

Apa Itu Pohon Jenitri?

Pohon jenitri adalah salah satu jenis pohon tropis yang paling banyak ditemukan di Indonesia. 

Terkenal karena ciri khasnya yaitu biji buah yang sangat keras dengan bentuk memiliki alur pada kulitnya. 

Nama ilmiah dari pohon ini adalah Elaeocarpus ganitrus yang biasanya tumbuh pada daerah beriklim hangat seperti Indonesia maupun India. 

Di India, buah dari pohon jenitri paling banyak digunakan dan juga tumbuh subur. Banyak orang India percaya, bahwa pohon ini bisa tumbuh dari tetesan air mata Dewa Siwa. 

Bahkan, masyarakat India juga percaya bahwa pohon ini bisa menciptakan energi positif, seperti ketenangan batin dan juga berbagai manfaat kesehatan. 

Ciri Ciri Pohon Jenitri yang Perlu Diketahui 

Pertumbuhan pohon jenitri cukup cepat dan mampu menjulang tinggi, bahkan bisa sampai 30 meter lebih. Oleh karena itu, tanaman ini kerap digunakan sebagai pohon perindang. 

Meskipun tinggi dan berdaun lebat, ada beberapa ciri pohon jenitri yang membedakannya dengan pohon perindang lainnya, yaitu:

1. Daun Jenitri 

Pohonnya memiliki jenis daun tunggal dengan bentuk lonjong dan tumbuh menyebar dan bergerombol di ranting. Ciri khasnya adalah bagian tepi daun memiliki bentuk sirip dan juga daun cenderung pendek. 

Daunnya bisa memiliki panjang 8 sampai 20cm dan pinggiran daunnya bergerigi seperti sirip tapi tidak terlalu dalam. 

Lebar daun jenitri bisa berukuran 3 sampai 6cm menyesuaikan dengan usia pohon. Setiap daunnya juga memiliki bintik hitam yang khas. 

Tulang daun bisa berjumlah 10 hingga 15 di kedua belah sisi, dengan pangkal daun yang cukup tajam. 

2. Batang Pohon Jenitri 

Pohonnya cocok sebagai tanaman perindang, karena batangnya yang cukup tinggi ketika sudah berusia dewasa yaitu sekitar 10 tahun lebih. 

Pertumbuhan setiap tahunnya bisa mulai dari 1 meter dan akan terus meningkat dua kali lipat saat berada di usia 6 tahun. 

Bentuk batangnya tegak dan juga memiliki warna coklat dengan tekstur sangat kasar. Diameter batang untuk usia dewasa mulai dari 30 hingga 40cm. 

Pohon ini memiliki bentuk percabangan simpodial, sehingga sulit membedakan batang pokok dan cabangnya. 

3. Bunga Jenitri 

Dari segi bunga, bentuknya bercabang dengan jumlah majemuk malai. Kelopak bunga biasanya memiliki warna hijau pucat dan seringkali kemerahan dan berambut. 

Kelopak daun jenitri memiliki bentuk bulat telur dan meruncing dengan tangkai bunga panjang sekitar 0,5cm. 

Bagian mahkota bunga memiliki warna kuning, tapi pada varietas tertentu bisa berwarna putih kehijauan. 

Mahkota bunga mengarah ke atas dan tidak lebar, bahkan mirip seperti lonceng. Panjang bunga cukup pendek yaitu 1,3cm saja dengan rambut yang kasar. 

buah pohon jenitri

4. Buah dan Biji Jenitri 

Ciri khas utama pohon jenitri terdapat pada bagian buahnya yang berbentuk bulat dengan warna biru ketika masih muda.

Saat mencapai usia tua, buah jenitri akan berwarna keunguan dengan daging yang cukup lezat mirip dengan rasa anggur. Ukuran buahnya cukup kecil yaitu diameter hingga 2cm. 

Biji buahnya memiliki warna coklat kehitaman dengan bentuk bulat dan permukaan yang berulir. Pada bagian tepi biji memiliki lelukan yang mirip dengan ukiran. 

Yang menarik adalah tekstur biji sangat keras dan bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Itu sebabnya, banyak yang mengolah biji ini menjadi kerajinan seperti aksesoris. 

Manfaat Pohon Jenitri untuk Kerajinan hingga Kesehatan 

Bukan hanya bermanfaat sebagai peneduh, pohon jenitri memiliki berbagai macam manfaat yang menguntungkan manusia. 

Baik itu dari kulit batang, daun, sampai dengan biji buahnya bermanfaat dalam pembuatan kerajinan sampai dengan kesehatan. Untuk tahu lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut:

Manfaat sebagai Bahan Baku Kerajinan 

Batang pohon jenitri menjadi salah satu jenis kayu yang sering diolah menjadi alat musik, baik itu piano atau gitar. 

Kualitas kayunya cukup baik dan kuat, tapi belum bisa digunakan sebagai konstruksi bangunan. Berbagai jenis furnitur juga bisa dibuat dari kayu jenitri. 

Karena jumlahnya yang sangat banyak, kayu jenitri bisa didapatkan dengan harga yang cukup murah. 

Selain kerajinan alat musik dari batang kayu, biji dari buah jenitri juga bisa digunakan untuk pembuatan kerajinan tangan seperti aksesoris fashion. 

Bijinya bisa diolah menjadi gelang hingga kalung etnik yang unik. Bahkan, karena bijinya yang sangat kuat sering juga dimanfaatkan menjadi tasbih. 

Penggunaan biji jenitri pun cukup menarik di India, karena kerap menjadi salah satu bahan sesaji dalam proses upacara pembakaran mayat. 

Manfaat pada Kesehatan 

Baik itu biji, daun dan juga buah pohon jenitri memiliki sederet manfaat bagi kesehatan. Itu karena ada banyak kandungan yang menguntungkan di dalamnya. 

Seperti pada buahnya yang kaya akan zat antioksidan hingga flavonoid, protein hingga alkaloid. Berikut ini seperti apa manfaat dan penggunaannya bagi kesehatan:

1. Mengontrol Tekanan Darah 

Pada pengobatan tradisional, biji jenitri sering digunakan untuk mengontrol tekanan darah. Caranya adalah dengan mengekstrak biji jenitri dan mengonsumsinya. 

Ekstrak biji jenitri ini dipercaya bisa mengatasi aktivitas hipertensi bagi siapa saja dengan mengonsumsinya secara berkala. 

2. Menjadi Obat Antidiabetes 

Selain hipertensi, ekstrak biji janitri juga setara dengan obat anti diabetes seperti glibenclamide. Ini berkat adanya 16 senyawa aktif di dalam ekstrak yang disinyalir bermanfaat untuk obat anti diabetes. 

3. Meningkatkan Konsentrasi dan Ketenangan 

Buah janitri yang dilumatkan juga bekerja baik sebagai obat analgesik. Ada konsentrasi analgesik yang cukup tinggi dari buah dan juga daunnya. 

Dengan mengonsumsi ekstrak buahnya maka mampu meredakan rasa nyeri. 

Bahkan pada anggota tubuh yang terluka, melumatkan daunnya dan menempelkan pada luka terbuka bisa membantu menghilangkan rasa sakit. 

4. Dipercaya Menjadi Obat Liver 

Baik itu ekstrak daunnya, kulit batang hingga buah jenitri dipercaya mampu berperan sebagai obat liver. 

Hal ini yang sering dilakukan oleh masyarakat India dan menjadikannya sebagai obat tradisional. 

Masyarakat India percaya, pola garis yang ada di cangkang biji jenitri memiliki pengobatan dan terapi yang berbeda. 

5. Mengatasi Stres 

Jika memperhatikan dari segi mitologi, tanaman jenitri khususnya bijinya bisa menyeimbangkan sistem tubuh dan melancarkan peredaran darah. 

Itu karena adanya gelombang elektromagnetik yang dihasilkan dapat mempengaruhi konsentrasi serta daya kerja otak. 

Inilah yang membuat stres bisa teratasi dengan lebih baik, ketika menggenggam biji jenitri atau mengenakan kalung dan gelang yang terbuat dari bahan sama. 

Dari keunikan bentuk bijinya sampai dengan beragam khasiat yang ditawarkan, pohon jenitri dan manfaatnya menjadi bukti alam Indonesia menyimpan banyak potensi. 

Baik dari simbol spiritual, kerajinan sampai dengan sumber pengobatan alternatif, jenitri terus menarik banyak perhatian bahkan dari berbagai belahan dunia. 

Tidak heran jika permintaannya terus meningkat dan menjadikannya komoditas ekspor yang menjanjikan di masa depan.

F.A.Q

Kayunya banyak dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan seperti alat musik hingga furniture. 

Harganya mulai dari Rp10.000, tergantung dengan usia dan kondisi. 

Khasiatnya bagus untuk mengatasi stres, meningkatkan fokus, obat anti diabetes, hipertensi hingga liver. 

Mengenal Pohon Lontar: Ciri, Habitat, dan Manfaatnya

Anda pasti sering mendengar nama pohon Lontar, tapi belum tentu tahu bentuknya apalagi asal usulnya. Padahal, tanaman ini cukup banyak tumbuh di Indonesia. 

Pohon yang memiliki ciri khas daun lebar berbentuk kipas ini, juga menyimpan segudang manfaat. Mulai dari khasiat buahnya hingga kerajinan yang bernilai ekonomi. 

Lebih dari sekedar pohon, nilai yang didapatkan dari pohon dengan batang tinggi mirip kelapa ini sangatlah tinggi. Seperti apakah ciri pohon, asal dan manfaatnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini. 

Dari Mana Asal Buah Lontar?

Sering disebut juga sebagai siwalan, buah lontar berasal dari pohon sejenis palem dengan nama Borassus flabellifer. 

Tanamannya sendiri tumbuh liar di dataran yang cukup kering yaitu 500 meter dari atas permukan laut. 

Asalnya adalah dari India dan Srilanka yang kemudian menyebar ke berbagai negara, seperti Asia Tenggara hingga Arab Saudi. 

Negara Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia dan tentunya Indonesia tidak terlewatkan. Di Indonesia sendiri, tanaman lontar sudah ada sejak zaman kejayaan raja-raja Hindu.

Sampai sekarang, tanamannya tersebar di daerah Jawa Timur, seperti Gresik, Tuban dan Lamongan. Wilayah Jawa Tengah seperti Brebes, Pekalongan dan Semarang. 

Tanamannya juga banyak tumbuh Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan. 

Selain spesies Borassus flabellifer, di Indonesia ada juga spesies asli tanaman lontar yaitu Borassus sundaicus yang memiliki permukaan daun lebih halus. 

Sebutan tanaman lontar pun berbeda-beda untuk setiap masyarakat di Indonesia. Misalnya, masyarakat Ambon menyebutnya dengan lonthoir, sedangkan masyarakat Sumba menyebutnya jun tal

Ragam Manfaat Pohon Lontar

Tanaman lontar juga terkenal sebagai ‘pohon seribu manfaat’, manfaatnya yang begitu beragam, mulai dari untuk dikonsumsi hingga bahan baku konstruksi. 

Setiap olahan dari tanamannya juga memiliki nilai ekonomis yang membantu perekonomian masyarakat. Seperti apa ragam manfaatnya, simak berikut ini:

1. Buahnya yang Manis Memenuhi Kebutuhan Pangan 

Daging buah lontar memiliki rasa manis dan tekstur yang lembut, meskipun kulitnya keras. Dengan rasanya tersebut, buah ini sangat disukai oleh semua kalangan. 

Dengan cita rasanya yang enak dan segar, buah lontar menjadi salah satu sumber pangan alami bagi masyarakat yang tinggal di daerah tropis. 

Banyak yang mengolahnya menjadi minuman, puding bahkan keripik kemudian menjualnya sebagai sumber penghasilan. 

2. Airnya yang Manis Menjadi Pelepas Dahaga 

Buah lontar juga menghasilkan air di dalamnya yang memiliki rasa manis alami dan segar, mampu menghilangkan dahaga ketika haus. 

Kandungan air sangat tinggi pada buah lontar yang masih muda, dengan ciri khas warna bening yang bisa jadi sumber energi. 

Selain itu, kandungan elektrolit dalam nira cukup tinggi, sehingga bisa mengatasi haus dan memulihkan energi. Tidak heran, banyak masyarakat Indonesia Timur yang menjadikannya minuman sehari-hari. 

3. Daunnya Bisa Menjadi Pembungkus Makanan 

Manfaat lainnya adalah dari daun lontar yang biasa digunakan sebagai pembungkus makanan. Selain itu, makanan yang dibungkus dari daunnya memiliki aroma yang khas. 

Pemanfaatan daunnya sebagai pembungkus ini bersifat ramah lingkungan, tidak seperti plastik atau styrofoam. 

Sebagai pembungkus, daunnya tahan panas, tidak menimbulkan racun dan juga kuat. Daunnya yang tebal juga tidak mudah rusak ketika digunakan. 

4. Air Nira Lontar Bisa Diolah Menjadi Gula Bercita Rasa Khas

Bunga tanaman lontar juga mampu menghasilkan nira, yaitu cairan dengan rasa manis yang kerap diolah menjadi gula. 

Gula dari air nira memiliki warna coklat mirip dengan gula jawa, hanya saja rasanya sedikit berbeda karena lebih ke karamel yang sangat khas. 

Gula nira bisa digunakan sebagai pengganti gula pasir dengan rasa yang tak kalah manisnya. Justru aman dan juga menambahkan rasa unik. 

Proses pembuatannya pun cukup mudah, cairan nira yang telah dipanen akan direbus dan disaring, kemudian dikentalkan baru dicetak menjadi gula. 

5. Air Nira untuk Meningkatkan Kesehatan Tubuh 

Meskipun belum diolah menjadi gula, air nira juga bisa dikonsumsi secara langsung. Manfaatnya sangat besar bagi kesehatan tubuh karena kaya akan kandungan yang baik. 

Sering mengonsumsinya bisa meningkatkan imun tubuh. Ditambah lagi, rasa manisnya bisa menggantikan konsumsi gula yang berlebih. 

Kandungannya tinggi akan antioksidan yang bagus untuk menangkal radikal bebas. Rutin mengonsumsinya juga membantu Anda untuk memelihara kesehatan jantung dan tulang. 

6. Buah Lontar Menjaga Kesehatan Kulit hingga Pencernaan

Manfaat bagi kesehatan juga akan Anda peroleh dari daging buahnya yang bagus untuk menjaga kesehatan kulit. 

Itu karena kandungan vitamin C dan antioksidannya yang tinggi mampu membuat kulit menjadi lebih lembab dan sehat. 

Tidak hanya itu, jika Anda sering mengalami masalah sembelit, daging buahnya akan melancarkan saluran pencernaan Anda. 

Sebagai camilan sehat, buah lontar akan menjaga pencernaan Anda sepanjang hari. 

7. Bermanfaat dalam Pengobatan Tradisional 

Dalam dunia pengobatan tradisional, bagian-bagian tanaman lontar juga kerap menjadi obat alternatif, baik penyakit luar dan dalam. 

Contohnya, untuk mengatasi masalah kulit seperti gatal atau kulit kering bisa menggunakannya buahnya. 

Sedangkan rebusan akar mudanya bisa menjadi obat pernapasan, obat cacing dan melancarkan air seni. Kulit batang lontar yang direbus dengan garam juga bisa mengatasi sakit gigi. 

8. Daun Lontar menjadi Kerajinan Tangan 

Ukuran daun lontar yang lebar dan tebal tidak hanya bagus sebagai pembungkus makanan, tapi juga sering dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan. 

Seperti daun lontar menjadi kipas, alat musik tradisional bagi masyarakat Pulau Rote. Daun lontar juga kerap diolah menjadi anyaman dengan produk akhir keranjang atau tas. 

Pemakaian daun lontar sebagai tambahan atap rumah tradisional juga tidak hanya melindungi, tetapi bagus untuk menciptakan nuansa yang sejuk. 

Kerajinan daun lontar berupa tas, keranjang, alat musik tradisional, memiliki nilai ekonomi yang sangat membantu masyarakat di Indonesia. 

9. Batang Lontar sebagai Konstruksi Rumah Tradisional 

Kekuatan batang lontar sangatlah tinggi, sehingga seringkali digunakan dalam pembuatan konstruksi rumah tradisional. Mulai dari tiang penyangga yang stabil sampai dengan pembuatan dinding rumah dari papan kayunya. 

Karena terbuat dari bahan kayu alami, rumah yang menggunakan batang lintar terkenal ramah lingkungan. 

Apalagi dengan tampilannya yang alami, membuat rumah terlihat semakin estetik khas rumah tropis yang menyatu dengan alam. 

10. Pohonnya dapat Melindungi dan Menjaga Tanah 

Tanaman lontar mampu tumbuh di area tanah yang kering dengan akar serabutnya. Akarnya sangat berperan besar untuk menahan erosi tanah sehingga mengamankan masyarakat yang tinggal di area lereng. 

Tidak hanya itu, lontar juga menjadi tanaman yang punya kontribusi besar terhadap perlindungan dan menjaga kesuburan tanah. 

Akar serabutnya mampu menyimpan air tanah dengan sangat baik sehingga menjadikan area di sekitarnya sebagai lahan subur. 

Tidak heran, banyak yang memanfaatkan lahan di sekitar tanaman lontar sebagai area bertani atau berkebun yang sangat subur. 

11. Nira menjadi Sumber Energi Alternatif 

Satu hal yang menarik dari tanaman lontar adalah nira yang dihasilkan. Selain menjadi bahan baku utama minuman dan gula, nira bisa berfungsi sebagai sumber energi alternatif. 

Nira kini bisa dikonversi menjadi bioethaneol, yaitu sumber energi terbarukan untuk manusia. Etanol sendiri bisa menjadi campuran bahan bakar mesin bensin maupun industri farmasi. 

Dengan manfaatnya ini, menambah satu lagi manfaat dari tanaman lontar yang bernilai ekonomis sangat tinggi. 

Mengenal Ciri Ciri Pohon Lontar

Sangat mudah untuk mengenali tanaman lontar, karena bentuknya yang tinggi menjulang dan batang lurus seperti kelapa. 

Daunnya yang lebar dan mirip seperti kipas telah menjadi ciri khas tersendiri yang membuatnya semakin unik. Berikut ini ciri lengkap dari tanaman lontar yang bisa Anda kenali:

1. Bentuk Daun

Dari bentuk daunnya, tanaman lontar memiliki daun yang lebar mirip seperti kipas dengan panjang bisa sampai 2 meter per lembarnya. 

Bentuk daun yang lebar inilah, membuat tanaman terlihat lebih megah dan hanya ada pada bagian ujung pohon saja seperti mengumpul. 

Setiap helai daunnya memiliki bentuk seperti menyirip dan cukup tajam, mirip seperti tanaman palma. 

Permukaan daunnya memiliki tekstur yang berbeda, tergantung dari jenis tanaman. Pada tipe borassus flabellifer, permukaan daunnya lebih bersisik dibandingkan Borassus sundaicus yang cenderung halus. 

Setiap satu tangkai daun membutuhkan waktu 1 bulan untuk bisa tumbuh besar, dan setiap lembarnya ditopang tulang daun dengan panjang 40 cm hingga 80 cm. 

Jadi bisa dibayangkan betapa besarnya setiap lembar daun lontar yang tumbuh.  

2. Tinggi Pohon 

Sebagai tanaman berbiji tunggal, pohonnya bisa tumbuh sampai dengan 25 meter lebih ketika memasuki usia dewasa. Setiap batang pohon bisa memiliki diameter 40 hingga 50 cm. 

Setiap pohon juga hanya memiliki satu jenis kelamin, yaitu jantan atau betina. Biasanya tanaman jantan bisa berbunga tapi tidak berbuah. 

Sedangkan tanaman lontar betina yang akan menghasilkan buah, tetapi tidak akan menghasilkan nira. Oleh karena itu, para penyadap nira biasanya akan mencari pohon yang jantan. 

Warna kayunya jauh lebih gelap dibandingkan dengan kayu kelapa dan memiliki akar serabut yang panjang serta besar. Ketika batang kayunya tua, teksturnya justru lebih halus dan juga berlekuk. 

3. Bunga dan Buah 

Pada usia 12 tahun, lontar akan mengeluarkan bunga yang bisa sampai 20 tahunan. Bunganya akan tumbuh pada bagian ketiak daun dan menempel menghasilkan 4 sampai 15 bulir berbentuk bulat. 

Sedangkan bunga betinanya akan menghasilkan 4 hingga 10 mayang dengan ukuran lebih kecil dan nantinya akan menjadi buah. 

Buah lontar dapat diproduksi mencapai 6 hingga 12 tandan atau sebanyak 200-an buah per tahunnya. Buahnya berbentuk bulat dengan diameter 10 hingga 15 cm. 

Saat masih muda, buah lontar akan memiliki warna hijau dan berubah menjadi coklat ungu ketika sudah tua. 

Dalam satu buah lontar bisa memiliki 3 biji buah dengan tempurung tebal dan keras layaknya buah kelapa. 

Buahnya juga menghasilkan air yang bermanfaat mengatasi dehidrasi. Kandungan buahnya kaya akan vitamin A dan C. 

Dengan segudang manfaat, sebutan pohon lontar sebagai ‘pohon seribu manfaat’ memang sangat layak. 

Dari akar hingga daunnya, setiap bagian bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, dari pangan hingga sumber energi. 

Keberadaan tanaman lontar bukan sekedar menjadi penopang hidup masyarakat di sekitarnya, tapi juga warisan alam yang patut dijaga dan diberdayakan.

F.A.Q

Pohonnya akan berbuah sekitar 20 tahun. 

Harganya mulai Rp5.000 untuk bibit kecil hingga Rp130.000-an, tergantung ukuran dan kualitasnya.

Tidak ada kandungan alkohol.