Mengenal Taman Kering: Solusi Estetis untuk Lahan Terbatas
Tidak memiliki banyak lahan dan waktu untuk merawat taman? Taman kering adalah solusi yang praktis dan estetis.
Dengan penataan cermat, taman ini bisa menghadirkan kesan alami, rapi, dan menenangkan di setiap sudut rumah Anda.
Kuncinya adalah dengan menempatkan tanaman dengan tepat, memilih jenisnya yang sesuai, dan memperhatikan estetikanya.
Anda yang ingin menciptakan taman kering sendiri di rumah, bisa mengikuti panduan lengkapnya dalam artikel ini.

7 Jenis Tanaman untuk Taman Kering
Taman kering merupakan konsep taman yang menonjolkan keindahan alami dengan penggunaan air yang minimal.
Konsep ini cocok untuk Anda yang tinggal di kawasan padat penduduk atau memiliki keterbatasan lahan, tapi tetap ingin suasana hijau yang menyegarkan.
Dengan dominasi batu, kerikil, atau pasir sebagai elemen permukaan, taman kering juga mengutamakan tanaman yang tahan kekeringan dengan perawatan sederhana.
Berikut ini jenis-jenis tanaman yang sangat layak Anda pertimbangkan untuk taman kering;
1. Kaktus
Pilihan klasik untuk taman kering adalah kaktus, karena kemampuannya bertahan hidup dalam kondisi minim air sangat tinggi.
Bentuk batangnya menebal untuk menyimpan air dan sering kali memiliki duri yang berfungsi mengurangi penguapan.
Untuk lahan terbatas, Anda bisa memilih kaktus yang ukurannya kecil atau bentuk pot, lalu letakkan di area yang mendapat sinar matahari cukup.
2. Sukulen
Merupakan tanaman yang memiliki bagian-bagian berdaging (daun batang) yang berfungsi menyimpan air, menjadikannya cocok untuk taman kering.
Di lahan terbatas, Anda bisa menggunakan pot atau menanam langsung di media berkerikil dengan drainase baik.
Biarkan tanah cepat kering sebelum penyiraman berikutnya, agar sukulen tidak membusuk.
View this post on Instagram
3. Agave
Tanaman berasal dari daerah kering/ semi kering di Amerika Utara dan Selatan. Memiliki daun yang tebal berdaging dan duri, serta mampu menyimpan air.
Karena agave dapat tumbuh besar dan berduri, sebaiknya bagi lahan terbatas dengan memadukannya bersama tanaman lain yang lebih kecil.
Pastikan lokasinya aman dari aktivitas anak atau Anda yang memelihara hewan agar tidak terluka.
4. Sansevieria
Terkenal dengan sebutan lidah mertua dan kemudahan perawatannya. Tanaman ini tahan terhadap berbagai kondisi terutama area kurang air dan sedikit cahaya.
Karena fleksibel, sanseviera bisa ditempatkan sebagai tanaman indoor atau semi outdoor di taman kering Anda.
Cocok untuk lahan terbatas yang tidak mendapatkan sinar matahari langsung, karena bentuknya yang tinggi memanjang.
5. Sikas
Tanaman berdaun unik seperti palma, dengan batang keras, serta cukup tahan terhadap kondisi yang lebih kering dibandingkan tanaman hias lainnya.
Untuk lahan terbatas, pilihlah ukuran kecil atau varietas yang tidak tumbuh terlalu besar.
Kombinasikan dengan berbagai elemen dan fokus di antara kerikil, batu alun untuk menciptakan titik perhatian.
6. Bromelia
Tanaman dengan daya tarik utama wara daunnya yang bervariasi dan bentuk eksotis. Meskipun bukan sukulen yang sangat kering, bromelia cocok untuk taman kering.
Jika lahan Anda terbatas, kombinasikan bromelia dengan tanaman lain sebagai aksen. Misalnya, di antara batu dan kerikil agar tampak lebih dinamis.
7. Anthurium
Dikenal lewat daunnya yang besar dan estetik. Meskipun biasanya memerlukan kelembapan yang lebih dibandingkan sukulen, tanaman ini ideal untuk taman kering.
Khususnya jika Anda ingin membuat taman mini semi outdoor bahkan indoor dengan cahaya yang tidak terlalu langsung.
Ketika ingin membuat taman mini, Anda dapat menggunakan anthurium sebagai tanaman filler atau aksen dan pastikan media tanamnya memiliki drainase yang baik.

Cara Membuat Taman Kering Mini di Rumah
Setelah menentukan jenis tanaman yang tepat, kini Anda bisa memulai untuk membuat taman kering di rumah.
Berikut ini cara yang bisa dilakukan:
1. Mempersiapkan Area Lahan untuk Taman
Anda harus menentukan dulu area di rumah mana yang akan dijadikan taman kering. Baik itu area halaman depan, belakang, bahkan dalam rumah.
Kemudian, bersihkan dan siapkan lahan. Singkirkan semua hal yang menghalangi seperti rumput liar, gulma, bahkan batu besar.
Ratakan permukaan jika diperlukan, dan tambahkan lapisan pasir atau tanah yang porous agar drainase berjalan dengan baik.
Pastikan media dasar atau tanah sudah cukup siap menerima elemen taman seperti kerikil, batu, dan tanaman tahan kekeringan.
2. Buat Sketsa Desain Taman
Supaya lebih mudah menata dan menyelesaikan pembuatan taman, Anda bisa membuat sketsa sederhana.
Isinya adalah letak tanaman, jalan setapak jika ada, zona batu atau kerikil hingga dekorasi.
Anda perlu menentukan elemen keras dan tanaman yang seimbang agar estetika tercapai.
3. Menata Setiap Elemen Taman
Sekarang, Anda bisa mulai menata taman sesuai dengan sketsa yang telah dibuat. Sebarkan kerikil atau batu terlebih dahulu di area yang sudah disiapkan.
Lanjutkan dengan meletakkan tanaman dan atur jarak antar tanaman agar tidak terlalu padat.
Letakkan tanaman lebih tinggi di bagian belakan agar tidak menghalangi tanaman lain dan tidak terkena cahaya.
4. Finishing dan Perawatan
Jika semuanya sudah selesai ditempatkan, Anda bisa melakukan pembersihan akhir. Buang semua sisa materials, dan ratakan kerikil ulang jika perlu.
Perawatan taman kering relatif ringan, Anda hanya perlu menyiramnya secukupnya tergantung jenis tanaman.
Untuk menjaga keindahan, Anda dapat mengganti batu atau kerikil yang sudah mulai kusam dan pastikan elemen dekorasi tetap bersih dan berfungsi.
F.A.Q
Apa tujuan taman kering Jepang?
Berfungsi menciptakan ruangan tenang untuk meditasi dan menginspirasi.
Bagaimana cara membuat taman kering?
Memanfaatkan berbagai bahan organik yang telah terurai dan menjaga aerasi tanah selalu baik.



